Berlari menjauhi matahari
ke ufuk timur yang bersahaja
berteriak membenci lirih
geram dengan segala asa
Kau...
dengan rambut pirangmu
penuh mahkota di setiap jemarimu
bibirmu rapat terkunci
terselubung dalam sepi
terang lampu jalanan
merdu suara gitar
menawarkan kehangatan
untuk hati yang terbungkam
wajahmu...
duka dalam yang tersembunyi
benih kebencian tak terkendali
jauh di lubuk hati
hingga kini menutup hati
Keramas, 22 Des 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar