Suasana malam menusuk kalbu
saat mata beranjak lelah
dingin angin menghembus raga
larut dalam kenikmatan
secangkir kopi hangat
hitam pekat tanda nikmat
sentuh lengan petanda angkat
hangatkan jiwa kalahkan malam
Hingga pagi menjemput
hangatnya pudar berlalu
kini tersisa ampas mengendap
saatnya pejamkan mata
Keramas(Q_Mart), 23 Des 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar