Kamis, 27 Desember 2012

Sesaat...


Sesampainya di ufuk timur
Hangat tanahMu menyambut kedatanganku
Padang pedesaan yang hijau menyapaku
Sawah,pohon kelapa senantiasa mengingatkan masa kecilku

Sesampainya aku dirumah...
Sesaat ku membuka jendela...
Ku melihatmu, membangunkan emosi yang sudah tertidur pulas
Ku mengingatmu, membuat hatiku makin ganas membencimu
Ku melupakanmu, adalah upayaku untuk menjadi lebih baik
Dan...hingga ku menutup jendela, berharap tidak ada bekas dalam kaca beningku

Meluangkan waktu untuk pergi sejenak
Untuk bercerita kepada ombak,
Untuk berbincang pada hangatnya sinar pagi,
Dan berbisik pada hitamnya pasir di pantai
Mereka berkata, "ah...itu hanya sesaat"
"Sesaat kau akan mengerti bagaimana kejinya kehidupan ini"
"Sesaat kau akan mengetahui bagaimana cara menyikapi kehidupan ini"
"Sesaat kau akan paham, apa yang menjadi tujuan hidup ini"

Ku hanya diam tanpa harus bertanya kembali,
Apakah ini rencana sang ilahi untuk aku menjadi orang nantinya?
Sesaat inikah aku mengerti maksud dibalik peristiwa yang kualami?
Kurasa tidak, ini hanya sesaat dari masalah yang Ia lihatkan kepadaku...

Gianyar, 27 Desember 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar